Sabtu, 23 Februari 2013

REVIEW KONFERENSI PERS LOGO AQUA BARU

KEB mengundang anggotanya untuk menghadiri sebuah event di Restaurant Harum Manis, tepatnya di Jl.KH.Mas Mansyur Kav.24 Karet Tengsin Tanah Abang, Jakarta Pusat tanggal 21 Februari 2013 kemarin. Kebetulan hari itu suami sedang ambil cuti karena harus ke RS untuk memeriksakan matanya. Jadi saya dan si kecil bisa diantar sampai ke lokasi. Sesampai di RS, ternyata prosedurnya lumayan lama, alhasil aku terlambat mengikuti acara. Tapi tak apalah, daripada tidak sama sekali. 

Sesampainya disana, agak bingung juga karena yang hadir penampilannya mayoritas mirip dengan insan media. Weiks, apa saya salah agenda ya? Atau... saya salah tempat? Hmm, sepertinya tidak! Saya celingak- celinguk melihat situasi kali-kali saja ada yang membawa anak. Saya amati seksama, fiuhh... tak nampak anak-anak disana. Mau tak mau saya meminta suami menunggu diluar sambil menjaga si kecil. (Hehehe... jahat ya?) 

Begitu tiba di meja registrasi, mereka menanyakan kartu nama saya. Hah? kartu nama? Hati saya langsung dagdigdug. Bagaimana tidak, setahu saya, event yang menanyakan kartu nama pasti bukan event sembarang alias event resmi. Pikiran saya masih dipenuhi pertanyaan, event apakah gerangan? Awalnya saya mengira hanya undangan perayaan ulangtahun saja. Saya sudah membayangkan seperti apa acaranya nanti. Tapi eh tapi... ternyata yang saya hadiri itu adalah sebuah konferensi pers. Alamak! Begitu saya menelusuri ruangan dan mengamati sekeliling, saya kembali kebingungan karena tidak kebagian tempat. Seluruh ruangan penuh dengan awak media. "Waduuh, KEBers yang lain pada disebelah mana ya? Duduk dimana nih?" Batin saya. Tiba-tiba seorang pria memberi saya kursi untuk duduk. Alhamdulillah. Saya tidak jadi berdiri hingga selesai acara. 


Dokumentasi milik Adisti Fitriasari


Charlie Cappetti President Director Danone AQUA

Saya edarkan pandangan kearah samping. Weiks, rata-rata membawa kamera tele. Sementara saya hanya kamera digital pocket biasa. Selain itu mereka menggunakan tanda pengenal. Sementara saya? Kartu nama saja tidak ada. Nyali saya mendadak ciut. Ketika sang MC kondang Becky Tumewu memanggil sebuah nama untuk maju ke atas podium, serempak dari sisi kiri saya langsung mengeluarkan kamera dan sibuk memotret sana-sini. Ketika saya mengeluarkan kamera saya, sebelah saya sempat melirik dan menatap kamera milik saya. Tiba-tiba sosok itu nyeletuk, "Tenang, mbak. Mbak masih mending pakai kamera digital walau hanya pocket dan bukan SLR, daripada saya cuma pakai kamera HP 3MP pula." Celotehnya dan mulai memotret target. Fiuuh, saya hanya menghela nafas. "Bagaimana orang ini tahu batin saya?" Ah, lupakan! Posisi saya yang terlalu di belakang dan terlalu menyamping membuat saya sulit mendapat angle bagus. 


Dokumentasi milik Adisti Fitriasari

Saya pun tidak dapat fokus untuk memperoleh foto yang memuaskan. Materi yang disampaikan pun kurang saya perhatikan dengan baik. Yang cukup menarik buat saya adalah ketika dibicarakan tentang filosofi arti logo baru Aqua yang ke 40. Bagi saya, logo itu sangat menarik dengan filosofi yang dalam. 




Logo 40 Tahun AQUA bersama untuk Indonesia menampilkan desain angka 40 memiliki pola seperti batik yang menunjukkan eratnya hubungan antara AQUA dengan budaya Indonesia. Corak hati yang tersemat, memperlihatkan kecintaan AQUA terhadap Indonesia juga kepeduliannya untuk terus melestarikan lingkungan sekitar. Motif tetesan air menggambarkan kebaikan alam yang akan terus dihadirkan. 



Sementara untuk logo aqua sendiri dimana warna hijau dan biru menunjukkan kemurnian dan kesegaran, yang juga selaras dengan warna logo baru Danone AQUA. Menampilkan pegunungan sebagai elemen utama, logo baru Danone AQUA menggambarkan kekuatan sekaligus sumber air AQUA yang sangat berharga. Warna biru digunakan karena merupakan warna dasar dari merek AQUA dan melambangkan kemurnian dari sumber air yang berasal dari dalam pegunungan dan berada di lapisan bumi yang dalam. Semburat hijau pada gunung menggambarkan warna alam yang penuh dengan kehidupan, dan juga cerminan ketika fajar menyongsong hari yang baru. Motif gelombang menggambarkan air sebagai sumber kehidupan sekaligus alur kehidupan yang selalu bergerak maju ke depan. Sedangkan warna kuning pada gelombang adalah refleksi matahari pagi membawa pesan hari baru yang penuh harapan.

Rangkaian demi rangkaian acara pun akhirnya selesai. Merasa bersalah karena meninggalkan si kecil dan suami di depan ruangan, akhirnya saya meminta izin pada mak Elisa Koraag agar si kecil dapat masuk ruangan. Dan berhasil! Saya pun buru-buru keluar ruangan dan memanggil keduanya. Ya ampun, suami saya malah sedang asik melihat para finalis Miss Indonesia di lokasi sebelah tepatnya di CASIS. Sebelum masuk ke ruang resto Harum Manis, suami sempat nyeletuk, "Wah, pasaran mas langsung turun nih gara-gara ngeliat para finalis Miss Indonesia sambil gendong si kecil!" Candanya padaku. Haduuuh, si bapak satu ini. Ada-ada saja... 

Kami pun menikmati makan siang yang cukup mengenyangkan dengan menu asik. Sempat pula berfoto-foto walau tidak sempat mendokumentasikan dengan KEBers lainnya lantaran si kecil sudah rewel minta pulang karena mengantuk. 






Saat pulang, kami diberi goodybag sebagai bingkisan terimakasih dari Aqua. Salah satu benda dalam bingkisan itu sempat membuat saya bingung. Ada sebuah kotak yang di dalamnya terdapat kotak seperti kartu pengenal. Awalnya saya kira itu adalah sebuah gantungan kunci tanpa gantungannya. Hehehe, tapi ternyata sebuah flashdisk berbentuk kartu pengenal dengan muatan kuota 4Giga. Weiks, lumayan juga ya. Kebetulan flashdisk saya rusak ikut tergilas di mesin cuci. Hehehe...  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar