Showing posts with label KULINER. Show all posts
Showing posts with label KULINER. Show all posts

Thursday, 7 March 2024

MENIKMATI SEBLAK PRASMANAN SI EBROT



Namanya Seblak Prasmanan dan bakso aci Si Ebrot. Berlokasi di Jl. Al Mukhlisin Bedahan Sawangan Depok Jawa Barat, tempat kuliner yang satu ini bisa dibilang hidden gem karena letaknya yang masuk di dalam gang. 

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya berkunjung kesini. Sudah beberapa kali melipir karena memang lokasinya tidak jauh dari lokasi sekolah anak. Dan kunjungan kali ini bisa dibilang dadakan. Sebelum masuk bulan Ramadhan, saya dan beberapa orang teman menyempatkan bertemu dan nongkrong di sini.  

Enaknya makan seblak disini karena sistimnya yang prasmanan. Jadi, kita bebas pilih mau apa aja, baik dari jenis kerupuknya, sampai ke bagian isi lainnya. Dan kamu nggak perlu khawatir soal harga, karena semua bahan sudah tertera harga-harganya, agar kamu bisa lebih mudah menghitung biaya semangkok seblakmu. 

Nggak cuma jenis kerupuknya aja yang banyak pilihan, topping-nya juga lengkap seperti bakso daging, bakso ikan, cilok, ceker, sayap ayam, sosis, odeng, dan masih banyak lagi lainnya. Bahan tambahan lainnya juga bervariasi, ada enoki, jamur kuping, cesim, telur, dan sebagainya. 

Selain itu, ada cemilan lainnya seperti cireng dengan berbagai isi yang berbeda. 
Kalau kamu melipir kesini, nggak perlu khawatir kehabisan topping. Karena pilihannya banyak, yang ada kamu bingung mau isi mangkok seblakmu dengan bahan apa aja. 


Tempatnya juga cukup luas. Kurang lebih ada sekitar 10 meja yang tersedia. Biasanya, tempat seblak ini jadi tongkrongannya anak-anak sekolah atau pun emak-emak yang lagi nunggu anaknya pulang sekolah. Karena lokasi seblak Ebrot ini memang nggak jauh dari sekolah TKIT SDIT Sabda Alam.

Soal parkiran, nggak usah khawatir, gaes. Parkirannya cukup luas kok di sini. Bisa menampung banyak kendaraan roda dua. Dan pastinya free alias gratis, tanpa perlu bayar parkir lagi. Lumayan lha ya, hemat 2000 rupiah buat nabung. Hihihi.

Ohiya, di sini juga cukup banyak pilihan untuk minumannya, mulai dari es teh sampai minuman cokelat yang di blend. Banyak varian deh. 

Dan, ini salah satu menu yang dipesan anaknya teman. Kebetulan, punya saya sendiri malah lupa difoto karena begitu diantar ke meja, langsung dilahap. 

Mangkok seblak ini isinya mie, kerupuk, beberapa jenis fish dumpling serta enoki. Semangkok ini dibandrol 12.000 rupiah aja dengan tingkat kepedasan level 1. 

Untuk masing-masing jenis kerupuk yang dimasak jadi seblak, dibandrol 2000 rupiah per sloki. Untuk kepingan mie juga dibandrol dengan harga yang sama. Sedangkan untuk olahan lainnya seperti dumpling, sosis, bakso, cilok, odeng, otak-otak Singapura, dan lain sebagainya dibandrol mulai harga seribu rupiah. 

Saya menghabiskan uang 15.500 untuk 1 porsi seblak yang berisi kerupuk, mie, odeng, sebutir telur ayam yang dikocok, dan dumpling isi ayam, plus segelas es teh manis. Bagaimana? Murah meriah bukan? 

Dan sebelum pulang, saya sempatkan dulu foto-foto di tengah perut yang sudah kekenyangan karena seblak. Mendadak mata jadi ngantuk kena hembusan kipas yang anginnya banter tenan. Hehehe. 


 

Sampai ketemu di cerita-cerita lainnya ya. Semoga bermanfaat. Ambil baiknya, buang buruknya. Bismillah, semoga Ramadhan kali ini bisa berjalan lancar dan lebih berkah. Aamiin. Mohon maaf lahir dan batin, kawan. 

#seblak
#siebrot
#seblakdepok
#seblaksawangan
#celotehtara
#kulinermurahmeriah
#seblakprasmanan


Monday, 20 July 2015

TUMIS LENGKIO

Hari ini masak ayam bakar dan tumis tahu lengkio untuk sarapan serta bekal Bapak Aira ke kantor. Kalau bikin ayam bakar mah sudah gape mungkin ya. Karena membuatnya toh gak sulit. Apalagi dibantu pakai bakar batu yang diorder dari Bunda Haifa beberapa waktu lalu. (Makasih bunda. Ke pake banget bakar batu nya.)
Tapi, numis tahu lengkio... Ini nih kali pertama masak beginian. Secara suami doyan banget sama lengkio. Sementara saya dan Aira, gak doyan si sayuran in...i. Dibantu mama yang kebetulan masih menemani di rumah dan jago masak lengkio, maka mulailah tumis-tumis si putih lengkio. Ternyata sama saja lho memasaknya. Sama seperti masak tumisan yang lain. Gak beda. Dan jadilah tumis tahu lengkio yang menurut suami rasanya maknyuss. Makasih, mamah Titin.
Tapi asli, walau saya tertarik melihat hasil penampakan dari masakan lengkio yang terlihat menggiurkan, namun begitu mencium aromanya... Ah, saya urungkan niat saya untuk mencicipinya. Baunya seperti aroma khas bawang mentah.
Tapi, ternyata menurut mamah, lengkio itu merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, mencegah masuk angin, dan mengandung vitamin, zat besi, dan protein. Lengkio juga biasa dibuat asinan yang nikmat.
Nah, ada yang tertarik makan lengkio?!

Monday, 13 July 2015

MENU BERBUKA

Memasuki Ramadhan, biasanya menu yang dihidangkan ada saja beda nya dengan bulan-bulan lain ya, moms. Biasanya, di meja makan jadi selalu ada kudapan yang manis-manis (semanis saya). Iya, gak? Mendadak ada kolak, es buah, sirup, sop buah, dll. Mendadak juga gak pernah absen yang namanya gorengan. Betul apa betul?

Boleh-boleh saja lho menghidangkan sajian istimewa di bulan Ramadhan. Apalagi menghidangkan untuk keluarga tercinta dan orang-orang yang dikasihi. Selain menimbulkan rasa bahagia bagi yang menerima, dan yang menyajikan juga mendapat pahala karena sudah menyiapkan hidangan berbuka untuk orang lain.

Tetapi, tetap dijaga kondisi finansialnya ya, moms. Kalau keuangan lagi mepet, gak harus ada kolak dan segala teman-temannya yang cukup merogoh kocek lebih dalam. Apalagi di tengah keadaan ekonomi yang makin melambung tinggi. Cukup seadanya dan semampunya.

Nah, seperti kali ini. Saya membuat hidangan nasi bakar kembali. Selain irit, juga karena memang sudah memasuki tanggal tua. Jadi, dana yang tersisa harus dimanfaatkan dengan bijak agar tidak terjadi besar pasak daripada tiang.

Pasalnya, kalau membuat nasi bakar itu bahan-bahan sudah tersedia di alam (di sekitar rumah). Daun pisang, tinggal tebas. Kangkung, tinggal petik. Timun beli seribu juga banyak. Sama halnya dengan labu siam kecil. Untuk membuat sambal, bahan-bahannya juga tersedia di alam tanpa beli. Banyak tetangga yang tanam.

Kalau kata mama saya dulu, orang Sunda tinggal di desa juga gak bakal kelaparan. Karena bahan pangan sudah tersedia di alam. Bukan bermaksud rasis, tetapi ini hanya perumpamaan orangtua dulu. Bukan berarti dari suku lain tidak bisa seperti ini. Hal ini berlaku bagi siapa saja yang doyan sayur mayur. Tak harus vegetarian. Semua orang sebaiknya memang mengonsumsi sayur mayur untuk kesehatan diri sendiri dan menjaga pencernaan dengan baik. Selain itu, tubuh memang tetap membutuhkan serat untuk menyeimbangkan kolesterol, lemak, dan lainnya yang berlebihan di serap tubuh.

Biasanya kebiasaan akan kudapan dan minuman manis memang diidentikkan dengan suguhan berbuka. Karena sudah sunnah bila berbuka dengan yang manis-manis. Namun, bukan berarti lantas tidak mengukur kadarnya. Karena kelebihan kadar gula tetap memberikan efek yang tidak baik bagi tubuh.

Nah, jadi bagaimana menu berbukamu? Tetap jaga keseimbangannya ya...

 
 




Tuesday, 23 June 2015

KREATIFKAN DIRI DI SETIAP KONDISI

Dokumen Pribadi
Handphone mati total akibat dimandiin sama si kecil, memang sempat bikin panik. Gimana nggak, itu satu-satunya akses untuk komunikasi dan menghasilkan income tambahan. Tapi ternyata, dibalik itu ada sisi positifnya juga. Saya jadi kembali menengok blog yang terbengkalai lama dan tak terurus. Mengapa? Karena kini hanya modem dengan sinyal deg-degan itulah satu-satunya media yang bisa dipakai untuk tetap surfing di dunia maya. Saya juga jadi menyempatkan waktu untuk menengok grup dan mencari-cari informasi penting di sela tidur si kecil. Puluhan inbox yang terabaikan mulai menjadi perhatian saya.

Bicara tentang inbox, ada belasan inbox yang menanyakan seputar nasi bakar yang saya upload beberapa hari lalu. Dan akan saya jawab pada status ini.

Teman, nasi bakar teri buatan saya itu bukanlah nasi bakar pada umumnya nasi bakar yang dijual dimana-mana. Nasi bakar yang saya posting cukup murmer dan mudah pembuatannya.

Caranya, saya menanak nasi seperti biasa memasaknya, hanya saja ditambahi dengan bumbu seperti teri nasi, bawang bombay, garam, sedikit gula dan minyak. Saya masak seperti memasak nasi biasa. Begitu sudah menjadi nasi, dibungkus dengan daun pisang dan dibakar. Maka jadilah nasi bakar. Berbeda dengan nasi bakar umumnya yang diberi isi seperti lontong, nasi bakar yang saya buat sudah tercampur dengan semua bahan. Dengan ditemani irisan timun dan sambal, serta tempe dan tahu bacem sudah nikmat untuk disantap. Nggak perlu lauk mahal ataupun mewah. Tetap dijamin kenyang dan nikmat kok rasanya.

Cara ini kerap saya gunakan bila dirasa kondisi keuangan sedang mepet. Karena dapat menghemat pengeluaran di tengah kondisi kebutuhan pangan yang semakin meningkat. Kalau orangtua dulu sering berkata, makan nasi tambah garam saja sudah enak... maka, zaman sekarang sedikit dimodifikasi dengan ditambahi bumbu terasa lebih enak. Toh cara memasaknya pun sama saja seperti memasak nasi. Dan bila ingin lebih maknyus, tinggal dimasukkan ke daun pisang dan dibakar, cita rasanya jadi semakin mantap. Karena daun pisang itu sendiri memang memiliki aroma yang sangat khas.

Dan cara membuatnya benar-benar mudah. Sama seperti memasak nasi. Nggak perlu bakat lain harus kreatif dan lain sebagainya. Karena memasak nasi sepertinya semua orang bisa kan? Yang nggak mau repot seperti saya, tinggal masukkan beras ke dalam rice cooker dan beri air serta bahan-bahannya. Colok, tinggal tunggu sampai matang menjadi nasi. Selesai. Sesimpel itu kok, dear. Karena memasak nasi nggak perlu keahlian khusus. Sama seperti memasak air, tinggal gunakan insting atau feeling sudah cukup.

Sementara untuk bahan-bahannya, tidak ada aturan baku. Semua bahan bisa dimasukkan sesuai selera dan kebutuhan. Jangan lupa dengan sedikit minyaknya. Jangan pernah takut salah dalam memasak. Karena saya selalu berkata pada diri saya sendiri, memasak itu mudah. Dan dengan cara apapun atau memakai bahan apapun asal hasil akhirnya bisa disantap, dan tidak dilarang agama maka sah-sah saja.

Tau gak? Dulu... sewaktu kami masih awal menikah dan belum memiliki kompor gas seperti sekarang, saya biasa memasak menggunakan rice cooker. Mulai dari menanak nasi, memasak sayur, menggoreng ikan, dan lain sebagainya. Bukan karena rice cooker saya keluaran produk impor dan mahal, tetapi memang kondisi yang membuat saya harus menggunakannya seperti itu. Terlebih dulu kami hanya mengontrak kamar kost-kostan berukuran 1 kamar saja. Tanpa dapur. Maka, rice cooker murah pun beralih menjadi multifungsi.

Bahkan, dikala kondisi tertentu saya memasak sayur lodeh berisi timun dan wortel. Karena memang terbiasa menyimpan bawang bombay, maka lodeh buatan saya berbahan timun, wortel, dan irisan bawang bombay. Sementara untuk santannya, dikarenakan tidak ada santan, maka saya gunakan susu cair/susu bubuk yang ada dipersediaan makanan tanpa harus mengeluarkan kocek untuk membeli kelapa parut atau santan instan. Lebih irit, tetapi menghasilkan menu yang lebih mantap rasanya.

Semua itu bukan karena saya pandai memasak, bukan! Tetapi lebih kepada kondisi yang mengharuskan saya untuk selalu harus bisa berkreasi dan berinovasi dalam menghemat pengeluaran dengan memanfaatkan bahan yang tersedia. Tak apalah, selama tidak menimbulkan keracunan makanan, why not? So, masak yuk!

MAKAN BAYAM, YUK!

Menu siang tadi request si bapak yang lagi libur, bening bayam jagung manis yang seger plus sayap crispy. Ehhh, Alhamdulillah dapat kiriman dari tetangga yang baik hati, semur daging sapi yang lezat banget. Tambah lengkap deh menu siangnya.
 
Ngomong-ngomong soal bayam, manfaatnya tuh banyak banget lho. Seperti yang tertulis dalam situs http://manfaat.co.id/manfaat-bayam, tanaman hijau ini mengandung vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata serta vitamin K untuk penyerapan kalsium bagi tulang. Selain itu, bayam juga dapat berguna dalam menjaga kesehatan jantung, mencegah penuaan dini, melancarkan pencernaan, memproduksi sel darah merah, serta mampu mengurangi resiko kanker kulit.
 
Hayooo, siapa yang masih gak suka sayur? Dijamin rugi banget lho. Walau sempat beberapa waktu lalu harga seikat bayam mencapai 5000 rupiah, Tapi sekarang udah normal kok. Harga seikat bayam sudah 2000 rupiah. Dan itu cukup untuk makan sekeluarga.
Tapi tetap diperhatikan ya, jangan biasakan menghangatkan kembali sayur bayam yang belum habis dimakan dan jangan dikonsumsi lagi jika sudah melebihi dari 5-7 jam. Kenapa? Karena bayam mengandung Fe2 yang bila terlalu lama berkontak dengan oksigen akan berubah menjadi Fe3 yang bersifat toxid. Selain itu, bayam bersifat nitrat yang bila teroksidasi dengan udara terlalu lama akan mengubahnya menjadi nitrit yang bersifat racun bagi tubuh manusia. Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Selamat bergoogling ria, ya. Dan selamat libur panjang. Happy nice day.

Sunday, 14 June 2015

MIYA8I SUSHI BINUS JAKARTA BARAT

Sebulan lalu, saya dan keluarga mungil saya meluangkan waktu untuk berkuliner ria. Dan tempat hang out yang menjadi pilihan adalah Sushi Miya8i di dekat kampus Binus Jakarta Barat.
 
Sengaja kami memilih lokasi ini memang karena kebetulan saat itu, ada agenda untuk berkunjung ke tempat dulu kami tinggal di sekitar Palmerah Barat untuk mengurus pergantian alamat di KTP semenjak kepindahan kami ke Depok 2 bulan lalu.
 
Selain itu, karena suami dan Aira anak saya merupakan penggemar makanan Jepang, maka mantaplah pilihan wisata kuliner kali ini ke Miya8i Sushi.
 
Ini pertama kalinya kami melangkahkan kaki di tempat ini. Secara garis besar, tempatnya bersih dan nyaman. Selain itu, di sini memiliki banyak spot-spot colokan untuk para pengunjung bila membawa laptop atau hendak mencharge telepon selularnya. Kursi merah sebagai tempat duduk pengunjung ada yang panjang seperti sofa dan ada yang single. Pelayanannya pun buat saya cukup memuaskan. Walau saya sempat dilanda bingung, entah mengapa Miya8i di lokasi ini terbilang sepi pengunjung. Padahal, harganya bisa dikatakan standar.
 
Kali itu saya memesan ice cream goreng, seporsi sushi berbalut salmon, dua porsi bento lengkap, milkshake dan orange juice. Dan untuk 6 item tersebut cukup dibandrol Rp. 193.000.
 
Soal rasa, mungkin karena lidah saya terbiasa memakan Hoka-hoka Bento, maka perbandingan saya antara Miya8i dan Hokben, menu dan rasa dari Hokben jauh lebih enak dari Miya8i. Entah untuk oranglain.   
 
Selain itu, pemilihan beras yang digunakan berbeda jauh dengan Hokben. Bila yang terbiasa menyantap bento Hokben, maka akan tau bagaimana rasa nasi yang digunakan. Pada bento Hokben, nasi lengket dan menyatu sehingga memudahkan pengunjung melahap nasi dengan memakai sumpit yang tersedia. Sedang pada Miya8i, nasi tidak menyatu, terpisah-pisah seperti nasi pera namun rasanya tidak sekeras nasi pera. Sehingga menyulitkan orang untuk memakan nasi tersebut menggunakan sumpit. Mungkin jenis beras yang digunakan memang berbeda. Buat saya, porsi Miya8i cukup banyak bilang dibanding dengan porsi Hokben. Dan dengan memakan menu pesanan tersebut sangat mengenyangkan perut-perut kami.
 
Biasanya, tempat ini dijadikan lokasi hangout mahasiswa sambil mengerjakan paper atau surfing internet. Dan kamu bisa bebas berjam-jam nongkrong di tempat ini.

 
 

Thursday, 4 June 2015

TUMIS ASIN TAWES PEDAS

Koleksi Pribadi
Di tengah harga-harga yang serba naik, sebagai Ibu rumah tangga tentu sangat dipusingkan yang namanya pengeluaran. Bagi segelintir orang mungkin tidak berdampak banyak akan pengeluaran mereka, namun bagi kebanyakan masyarakat tentu saja berdampak besar agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Nah, kali ini tumis asin tawes pedas menjadi salah satu solusi hemat. Saya membeli ikan asin tawes 1kantong plastik kecil berisi 2buah ikan seharga 3000rupiah. ...Dan tomat hijau 1000rupiah berisi 3butir. Sementara bumbunya seperti bawang putih, cabai rawit hijau dan bakso memang sudah ada karena terbiasa menyetok bahan tersebut untuk 1minggu sehingga tidak perlu berbelanja lagi. Jauh lebih hemat daripada membeli bumbu setiap hari.
Biasanya kebanyakan orang, ikan asin yang digunakan adalah ikan asin jambal atau ikan asin gabus karena memiliki tekstur daging yang tebal. Namun dari segi harga lebih mahal dibanding tawes. Tetapi harga ini tidak mutlak karena masing-masing daerah berbeda dalam menentukan harga jual.
Ini salah satu menu hemat saya, nah... Apa menu hematmu hari ini?

Friday, 16 January 2015

BIHUN GODOG

Dokumentasi milik pribadi
Kuliner ini biasanya berada di penjual Bakmie Jogja. Dan penjualnya selalu memiliki aneka menu tak hanya bakmie godog dan bakmie goreng dimana bahan mie nya berwarna kuning. Namun, ada pula menu lainnya seperti nasi magelangan, bihun goreng, bihun Godog, dan nasi goreng spesial. Setiap saya menjambangi tempat favorit saya yang menjual bakmie Jogja, pilihan saya jatuh pada bihun godog. Yaitu sebuah kuliner berbahan dasar bihun yang diolah dengan kuah yang sangat gurih dan segar.
 
Untuk yang tinggal di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya, sempatkanlah mampir ke tempat mungil yang satu ini. Berlokasi di seberang BCA Kemandoran, atau tepatnya di sisi seberang Alfa Midi baru. Tepat di samping rumah makan padang, kamu akan menemukan sebuah tempat makan yang menjual menu ini.
 
Soal keramahan penjual patut diacungi jempol. Karena sepasang suami istri yang memiliki 1 orang putri ini sangat ramah terhadap para pembeli. Tak jarang mereka mengajak berbincang dan berkenalan dengan pengunjung dan akan selalu bertegur sapa bila berpapasan di jalan. Tak hanya itu, hanya dengan dua kali pertemuan, mereka dengan mudahnya menghafal para pembeli hingga mengajak berbincang layaknya tetangga yang sudah kenal sangat lama. Hal itu yang menjadikan para pengunjung tertarik untuk datang dan datang lagi ke tempat itu.
 
Soal rasa, mungkin karena saya terbiasa mencicipi menu ini saat kuliah di Jogja dulu, jadi menurut saya cita rasanya sama seperti di tempat asalnya. Dengan pengolahan mie yang tepat, membuatnya matang dengan sempurna sehingga nikmat saat disantap. Dilengkapi dengan suwiran ayam kampung, irisan daun seledri, bawang goreng, irisan tomat dan ditambah acar serta kerupuk membuat hidangan ini menjadi lengkap. Untuk 1 porsinya kamu cukup merogoh kocek 12ribu rupiah dan dijamin kenyang karena porsinya yang banyak. Sementara itu, kamu juga bisa menambah bahan pelengkap lainnya seperti ceker ayam, kepala, ati ampela, dan lainnya dengan tambahan tarif.
 
Tahukah kamu? Bahwa bihun masuk ke dalam kategori mie. Menurut situs Wikipedia, makanan ini berasal dari daratan China yaitu pada zaman dinasti Han. Mie yang terbuat dari tepung beras ini sangat populer di Singapura untuk dijadikan mie sate kacang atau satay been hoon. Makanan yang tak hanya biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia namun juga penduduk Asia lainnya ini mengandung energi sebesar 360 kkal dalam setiap 100gr nya. Selain itu, bihun juga memiliki kandungan lemak, protein, karbohidrat, kalsium, zat besi, dan vitamin yang baik untuk tubuh. 
 
Nah, semoga bisa bermanfaat untuk kamu-kamu yang membutuhkan referensi kuliner, ya.
Happy nice day. Semoga harimu bahagia sepanjang waktu.

KETUPAT SAYUR PADANG

Dokumentasi milik pribadi
Di tempat saya tinggal, saya menemukan 2 macam ketupat berbeda. Ketupat sayur Betawi dan ketupat sayur Padang. Saya sempat bertanya-tanya dalam hati, memang apa bedanya? Yang saya tahu ketupat sayur itu ya sama saja. Ada lontong, campur sayur kuah pedas, kerupuk, kadang lauk dan gorengan, selesai. Ternyata tidak.
 
Begitu saya membandingkan, ternyata ketupat sayur Padang berisi sayuran yang berbeda dengan ketupat sayur Betawi. Pada makanan lontong Padang ini, kuah sayur gulai berisi buncis dan nangka muda. Berdasarkan informasi dari seorang teman bernama Rahmi Mulyani yang asli Sumatra Barat, ketupat sayur Padang memiliki beragam sayur gulai seperti gulai tauco, gulai cubadak, gulai paku, dan bubua samba.

Gulai paku ialah kuah kuning berbahan dasar daun pakis  dengan memakai bumbu kunyit, cabai hijau serta teri basah atau udang. Sementara gulai cubadak ialah sayur kuah berbahan nangka muda, buncis dan sandung lamur. Sementara bubua samba yang membedakan ialah ketupatnya yaitu dimana ketupat diolah menjadi bubur terlebih dahulu sebelum dijadikan ketupat. Berbeda halnya dengan khas Betawi yang terdiri dari pepaya muda/labu siam dan kacang panjang.
 
Sementara untuk lauknya, ketupat sayur Padang yang saya jumpai menyediakan telur balado, berbeda dengan ketupat sayur Betawi yang menyertakan semur jengkol, tahu tempe semur, dan telur pedas.
 
Kerupuk yang digunakan pun berbeda. Bila ketupat sayur Betawi memakai kerupuk putih/kerupuk udang, sementara khas Padang memakai kerupuk merah. Kerupuk ini mirip dengan kerupuk yang biasa dijual di wilayah Puncak Bogor dan sekitarnya yang disebut kerupuk melarat karena di masak menggunakan pasir bukan minyak pada umumnya (CMIIW).
 
Bagi yang tinggal di sekitar Palmerah, bisa menikmati ketupat sayur Padang ini di daerah Pasar Bintang Mas. Untuk 1 porsi dihargai 6000 rupiah dan 8500 rupiah dengan tambahan telur balado. Sebaiknya tambahkan sambal agar menghasilkan cita rasa yang lebih nikmat. Karena kuah gulai ketupat ini tidaklah pedas. Sementara bagi yang ingin merasakan ketupat sayur Padang bubua samba, silakan mampir ke masjid Sunda Kelapa pada setiap hari minggu.

Thursday, 15 January 2015

IGA PENYET BEBEK BANDAR

Dokumentasi milik pribadi
Tadi siang, sepulang dari Mampang, Jakarta Selatan, saya, suami dan Aira menyempatkan mengisi perut lapar kami di sebuah tempat yang sering kami lewati namun belum pernah dimasuki. Padahal lokasinya sangat dekat dari tempat kami tinggal. Maka, atas ide suami, kamipun memilih tempat tersebut untuk bisa sekaligus mereview kuliner disana.
 
Memasuki ruangan yang terbagi dua area dimana sebelah kanan tertata jajaran meja makan sementara sebelah kiri didesain untuk lesehan, maka kami pun memilih area lesehan agar memudahkan si kecil bergerak saat makan. Dan menu yang kami pilih pun diluar dari apa yang menjadi andalan di tempat itu.

Walau menu yang ditawarkan spesialis bebek, namun disana juga tersedia iga sapi penyet, cah kangkung, tahu tempe dan rawon. Dan iga penyet lah yang menjadi menu pilihan kami.
Alasannya sederhana sekali. Ketika suatu tempat memiliki menu andalan, kami berpendapat bahwa sudah dipastikan menu andalan tersebut adalah yang terbaik di tempat itu. Itu sebabnya, kami ingin mencoba hal yang berbeda.

Ada yang sudah menikmati iga penyet sambal hijau? Bagi kamu yang tinggal di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya, coba luangkan waktu sejenak untuk mampir ke Bebek Bandar di Jl. Kemandoran Jakarta Barat sebelum pertigaan Rawabelong. Cita rasa dari iga penyet ini bisa dibilang cukup lezat. Dagingnya yang sangat empuk serta sambal cabai hijau yang pedas membuat kombinasi makanan ini menjadi nikmat dan sayang untuk dilewatkan. Ditambah dengan sajiannya yang ditempatkan pada sebuah wadah piring yang terbuat dari tembikar atau tanah liat serta ditambah dengan lalapan seperti timun dan kol membuat menu ini menjadi lengkap. Untuk 1porsi iga penyet cabai hijau ini dihargai 35ribu rupiah.
 
Tahukah kamu jika kuliner yang pertama kali populer di Surabaya ini memiliki kandungan kolesterol sebesar 100mg dalam setiap 10gr dagingnya.  Namun, walaupun kandungan kolesterolnya cukup tinggi, iga sapi mampu mengatasi dan mencegah anemia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta baik dikonsumsi oleh Ibu hamil dan anak-anak. Tentu saja dengan tetap memerhatikan kadar porsinya.
 
Bila ingin mencicipi menu ini atau spesial hidangan bebek, datang saja ke tempat ini. Untuk 1 porsi menu bebek dihargai 24ribu rupiah dan 18ribu rupiah untuk nasi goreng bebeknya.

Saturday, 20 December 2014

NASI BAKAR TERI NASI BUATAN MAMA AIRA

Gambar/dokumentasi milik pribadi
Nasi bakar merupakan menu favorit suami dan menjadi pilihan menu andalan saat makan di luar rumah. Bisa dibilang kami memiliki lokasi khusus untuk wisata kuliner dengan kocek yang lumayan murah. Awal mula membuat nasi bakar bisa dikatakan sebagai aksi nekat saya. Jujur saja, tanpa mengetahui bagaimana cara membuatnya, saya melakukan eksperimen.
Saya ingat, suatu kali suami pernah berkata ingin sekali makan nasi bakar lagi. Hanya sayangnya, untuk merealisasikan mencicipi hidangan lezat itu dengan membelinya di tempat biasa cukup merogoh kantong tergolong lumayan banyak disaat kondisi keuangan menipis. Untuk 1 porsi nasi bakar dibandrol dengan harga 25ribu rupiah. Sementara, suami tak pernah cukup dengan hanya menikmati 1 porsi saja. Bila membeli minimal 2 porsi sudah harus mengeluarkan 50ribu rupiah untuk sekali makan. Dan apakah selama satu hari itu kami hanya sekali makan? Andai keadaan kondisi keuangan berlebih, mungkin uang sebesar itu tak menjadi bahan pemikiran panjang. Tapi jika kondisi kantong mepet? Ah, rasanya tak perlu berfikir 100kali lagi untuk membelinya. Tentu sudah dipastikan jawabnya, tidak!
Antara ingin memanjakan perut suami dengan memerhitungkan jumlah dana yang tersedia, akhirnya saat itu saya memutuskan untuk membuatnya sendiri di rumah. Seperti kebanyakan orang berkata bahwa setiap masakan tentu terasa nikmat dan mantap bila dibuat dengan penuh cinta dan ketulusan. Ahay, terdengar hiperbola sepertinya. Namun saya yakin akan hal itu. Maka, pagi itu saya melajukan motor menuju pasar di dekat rumah. Dan saya juga baru tahu bahwa untuk seikat daun pisang yang berisi beberapa lembar daun hanya dihargai 2000 rupiah saja. Wah, senangnya saya kala itu. Kemudian saya kembali berburu bahan lainnya. Kali ini saya terfikir teri nasi. Suami yang sangat suka dengan teri nasi membuat saya yakin bahwa nasi bakar buatan saya nanti tentu akan disukai olehnya. Dengan bermodalkan 4500 rupiah saya dapatkan sekantung teri nasi. Tak lupa saya membeli tempe seharga 3000 dan tahu dengan nominal yang sama. Sebagai pelengkap, saya beli 1 buah timun. Namun karena saya hanya membeli 1 buah, maka oleh si ibu pedagang, timun itu diberinya tanpa perlu saya bayar. Bahkan saya memperoleh 2 buah. Alhamdulillah.
Setelah melihat-lihat bahan belanjaan saya, akhirnya saya pulang. Saya tak perlu membeli bumbu dapur karena di tiap awal bulan saya memang kerap menyetok bahan-bahan tersebut dengan alasan bahwa bumbu dapur akan selalu terpakai dan awet hingga berbulan-bulan.
Sesampainya di rumah saya mulai mengolah bahan belanjaan. Saya terfikir membuat tempe dan tahu bacem. 1 tempe berukuran persegi dengan panjang sekitar 10cm tersebut saya potong menjadi 2 bagian. Begitupun dengan tahu. Tempe dan tahu sisa paruhan itu saya simpan ke dalam wadah dan dimasukkan ke lemari es untuk diolah esok harinya. Dengan cara ini lumayan dapat menghemat pengeluaran. Begitu saya membuka persediaan bumbu dapur, aha! Ada sebutir bawang bombay besar disana. Saya pun menjadikan benda satu itu sebagai bahan masakan saya. Suami memang gemar sekali dengan bawang bombay. Hampir semua masakan saya tambahkan bawang bombay. Selain untuk membuat suami suka, benda ini juga mampu menambah cita rasa tersendiri.
Cara mengolah nasi bakar terlebih dahulu saya cuci bersih beras. Kemudian saya masukkan mesin penanak nasi dengan dibumbuhi bumbu-bumbu seperti garam dan sedikit gula, minyak sayur, teri nasi, irisan bawang bombay dan tentu saja air. Seperti memasak nasi biasa, tinggal 'jeklek', dan tunggu hingga matang. Sambil menunggu nasi matang, saya siapkan daun pisang yang akan dibakar. Kemudian saya mulai mengolah tahu dan tempe yang akan dibacem dan sudah dipotong menjadi beberapa bagian. Nasi matang, tempe dan tahu bacem pun siap. Saya mulai memasukkan nasi ke dalam daun yang sudah dibersihkan dan sedikit dibakar untuk melemaskan daun agar mudah dilipat. Lalu mulailah membakarnya pada kompor. Saat itu saya tidak memiliki alat bebakaran. Maka, saya gunakan teflon tanpa diberi minyak atau margarin. Setelah dirasa warna daun sudah matang diolah, baru saya bakar langsung pada tungku kompor sebentar hanya untuk mendapatkan warna bakaran daun. Semua siap. Tinggal iris timun, selesai. Saat itu satu hal saya lewatkan. Sambal! Buru-buru saya buat sambal sebagai pelengkap. Dengan memanfaatkan blender, membuat bumbu menjadi mudah tanpa harus menguleknya yang tentu saja membutuhkan waktu lebih lama.
Begitu waktu makan, melihat anak dan suami menikmatinya dengan lahap tentu membuat saya sangat bahagia. Suami pun nambah lagi dan lagi. Saya hitung-hitung, rasanya untuk membeli daun dan bahan lain di pasar hanya mengeluarkan dana 12500 rupiah saja. Beruntungnya karena timun dan bawang bombay tidak perlu dibeli serta bumbu lainnya karena memang masih ada persediaan di dapur. Namun kalaupun memang tidak ada dan harus membeli rasanya dengan uang 1 porsi itu bisa menghasilkan nasi bakar berporsi-porsi. Maka jadilah kami makan nasi bakar selama satu harian itu. Terbayang sudah jika harus membelinya di luar. Bisa jadi uang sebesar 75ribu rupaih pasti ludes hanya untuk 3 porsi nasi bakar. Dan itu tak cukup mengganjal perut kami selama satu hari penuh.
Saya tahu, cara memasak nasi bakar tersebut berbeda dari yang biasa kami beli. Dan saya pun tak tahu pasti bagaimana mereka membuatnya. Namun saya selalu berpedoman bahwa dalam memasak tak pernah ada kata salah. Kata tersebut hanya membuat kita takut untuk melakukan eksplorasi diri dalam menciptakan makanan. Walau terkadang dianggap 'nyeleneh' akibat berbeda dari kebiasaan, namun saya menganggap selama tidak menimbulkan keracunan makanan dan tidak membahayakan yang mengonsumsi, kenapa tidak bila berbeda? Sebenarnya bukan karena ingin berbeda, dan bukan pula karena pandai memasak, namun hanya untuk memanfaatkan bahan yang ada tanpa mengeluarkan biaya baru atas nama penghematan sehingga membuat saya harus memutar otak untuk berani berinovasi dan berkreasi menghasilkan sebuah menu dengan bahan seadanya. Sebab, sebagai seorang istri sekaligus ibu dan yang mengelola keuangan, rasanya cara itu memang perlu diterapkan agar keuangan kami tidak morat-marit.   
Nah, itu nasi bakarku. Bagaimana nasi bakarmu?    

Thursday, 28 February 2013

RESEP OSENG-OSENG ATI JAGUNG MUDA

Moms, mungkin diantara moms ada yang sangat kesulitan membagi waktu antara menyiapkan menu masakan dengan melakukan pekerjaan lain. Pernah suatu ketika, saya mengalami satu kondisi dimana saya dikejar-kejar deadline dengan segudang project tapi saya juga tetap harus memasak untuk suami. Ingin membeli menu jadi yang siap antar harus menunggu waktu yang tak sebentar. Ingin membelinya ke warteg atau rumah makan padang terdekat, wuih... rasanya untuk keluar rumah rugi waktu. Berapa lama waktu yang harus dikeluarkan untuk berjalan kaki menuju lokasi, waktu untuk mengantri, dan waktu untuk kembali pulang. 

Ah, rasanya daripada waktu saya habis untuk itu, lebih baik saya masak sendiri. Akhirnya, saya mencoba membuat resep mudah untuk dipraktekkan. Bagi anda yang hanya memiliki waktu sedikit sekali bergumul di dapur, ini dia nih resep simpel tetapi dijamin tetap enak dinikmati. 

OSENG-OSENG ATI JAGUNG MUDA

Bahan-bahan yang harus disiapkan adalah :


Ati Ampela yang dipotong kecil-kecil/dadu.


Tomat hijau yang dipotong kecil-kecil


Chop tipis-tipis jagung muda


Chop tipis-tipis wortel


1 bungkus Royco All in One

Cara memasaknya yaitu, panaskan minyak secukupnya. Kemudian oseng-oseng ati ampela dan wortel hingga layu. Setelah itu masukkan jagung muda dan bumbu Royco All in one, tunggu hingga layu. Kemudian yang terakhir adalah masukkan tomat hijau, oseng-oseng hingga matang semuanya. Menu siap disajikan. 

Sekedar untuk catatan, saya tidak menyarankan penyedap apapun masuk dalam masakan untuk dikonsumsi si kecil. Sebaiknya gunakanlah bahan-bahan alami. 


Nah, selamat mencoba... 

BESTIE

Dari sekian banyak teman yang saya miliki, mungkin hanya satu sosok manusia ini nih yang paling nge-klik. Sebab, cuma dia yang berani bicara...