Showing posts with label RESEP. Show all posts
Showing posts with label RESEP. Show all posts

Monday, 20 July 2015

TUMIS LENGKIO

Hari ini masak ayam bakar dan tumis tahu lengkio untuk sarapan serta bekal Bapak Aira ke kantor. Kalau bikin ayam bakar mah sudah gape mungkin ya. Karena membuatnya toh gak sulit. Apalagi dibantu pakai bakar batu yang diorder dari Bunda Haifa beberapa waktu lalu. (Makasih bunda. Ke pake banget bakar batu nya.)
Tapi, numis tahu lengkio... Ini nih kali pertama masak beginian. Secara suami doyan banget sama lengkio. Sementara saya dan Aira, gak doyan si sayuran in...i. Dibantu mama yang kebetulan masih menemani di rumah dan jago masak lengkio, maka mulailah tumis-tumis si putih lengkio. Ternyata sama saja lho memasaknya. Sama seperti masak tumisan yang lain. Gak beda. Dan jadilah tumis tahu lengkio yang menurut suami rasanya maknyuss. Makasih, mamah Titin.
Tapi asli, walau saya tertarik melihat hasil penampakan dari masakan lengkio yang terlihat menggiurkan, namun begitu mencium aromanya... Ah, saya urungkan niat saya untuk mencicipinya. Baunya seperti aroma khas bawang mentah.
Tapi, ternyata menurut mamah, lengkio itu merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, mencegah masuk angin, dan mengandung vitamin, zat besi, dan protein. Lengkio juga biasa dibuat asinan yang nikmat.
Nah, ada yang tertarik makan lengkio?!

Thursday, 4 June 2015

TUMIS ASIN TAWES PEDAS

Koleksi Pribadi
Di tengah harga-harga yang serba naik, sebagai Ibu rumah tangga tentu sangat dipusingkan yang namanya pengeluaran. Bagi segelintir orang mungkin tidak berdampak banyak akan pengeluaran mereka, namun bagi kebanyakan masyarakat tentu saja berdampak besar agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Nah, kali ini tumis asin tawes pedas menjadi salah satu solusi hemat. Saya membeli ikan asin tawes 1kantong plastik kecil berisi 2buah ikan seharga 3000rupiah. ...Dan tomat hijau 1000rupiah berisi 3butir. Sementara bumbunya seperti bawang putih, cabai rawit hijau dan bakso memang sudah ada karena terbiasa menyetok bahan tersebut untuk 1minggu sehingga tidak perlu berbelanja lagi. Jauh lebih hemat daripada membeli bumbu setiap hari.
Biasanya kebanyakan orang, ikan asin yang digunakan adalah ikan asin jambal atau ikan asin gabus karena memiliki tekstur daging yang tebal. Namun dari segi harga lebih mahal dibanding tawes. Tetapi harga ini tidak mutlak karena masing-masing daerah berbeda dalam menentukan harga jual.
Ini salah satu menu hemat saya, nah... Apa menu hematmu hari ini?

Sunday, 21 December 2014

RESEP TELUR TEPUNG YANG MURMER

Dokumentasi milik pribadi
Sebagai ibu rumah tangga, memperhitungkan biaya pengeluaran sehari-hari sudah menjadi keharusan dan mutlak untuk dimiliki. Terlebih untuk saat ini, taraf hidup semakin mahal saja. Untuk itu, sebagai ibu rumah tangga sudah selayaknya selalu memutar otak untuk menekan seminim mungkin pengeluaran. Salah satunya ialah dengan menghemat dalam hal kebutuhan makan. Berikut ini saya berikan secuil resep sederhana yang bisa dijadikan salah satu alternatif dalam menghemat pengeluaran. Bagi anak-anak atau ibu yang biasa 'nongkrong' di Sekolah Dasar, makanan ini mungkin sudah tidak asing lagi. Simak ya.
 
Bahan-bahan yang diperlukan :
Terigu 100-200 ml
1 butir telur
Air secukupnya
Garam dan gula
 
Cara membuat :
Campurkan semua bahan pada wadah, buat adonan hingga encer. Kemudian, panaskan wajan cetak berisi 4 cetakan atau 10 cetakan seperti wajan yang biasa digunakan tukang jajanan SD. Tuang sedikit demi sedikit adonan. Masak hingga matang. Sajikan. Untuk 1 butir telur dapat menghasilkan 1 piring telur tepung yang bisa dijadikan lauk untuk makan ataupun camilan dikala senggang.
 
1 porsi bisa untuk 1-3 orang
 
Catatan. Kudapan ini bisa dijadikan alternatif teman makan nasi yang sangat hemat dan murah meriah. Namun bila anda ingin berkreasi, bisa ditambahkan daun bawang ataupun irisan bawang bombay dan parutan keju. Serta ditemani sebotol saus tomat ataupun mayonais. Namun, tentu saja dengan tambahan bahan ini anda perlu merogok kocek yang lebih besar.
 
Selamat mencoba.
 

Saturday, 20 December 2014

NASI BAKAR TERI NASI BUATAN MAMA AIRA

Gambar/dokumentasi milik pribadi
Nasi bakar merupakan menu favorit suami dan menjadi pilihan menu andalan saat makan di luar rumah. Bisa dibilang kami memiliki lokasi khusus untuk wisata kuliner dengan kocek yang lumayan murah. Awal mula membuat nasi bakar bisa dikatakan sebagai aksi nekat saya. Jujur saja, tanpa mengetahui bagaimana cara membuatnya, saya melakukan eksperimen.
Saya ingat, suatu kali suami pernah berkata ingin sekali makan nasi bakar lagi. Hanya sayangnya, untuk merealisasikan mencicipi hidangan lezat itu dengan membelinya di tempat biasa cukup merogoh kantong tergolong lumayan banyak disaat kondisi keuangan menipis. Untuk 1 porsi nasi bakar dibandrol dengan harga 25ribu rupiah. Sementara, suami tak pernah cukup dengan hanya menikmati 1 porsi saja. Bila membeli minimal 2 porsi sudah harus mengeluarkan 50ribu rupiah untuk sekali makan. Dan apakah selama satu hari itu kami hanya sekali makan? Andai keadaan kondisi keuangan berlebih, mungkin uang sebesar itu tak menjadi bahan pemikiran panjang. Tapi jika kondisi kantong mepet? Ah, rasanya tak perlu berfikir 100kali lagi untuk membelinya. Tentu sudah dipastikan jawabnya, tidak!
Antara ingin memanjakan perut suami dengan memerhitungkan jumlah dana yang tersedia, akhirnya saat itu saya memutuskan untuk membuatnya sendiri di rumah. Seperti kebanyakan orang berkata bahwa setiap masakan tentu terasa nikmat dan mantap bila dibuat dengan penuh cinta dan ketulusan. Ahay, terdengar hiperbola sepertinya. Namun saya yakin akan hal itu. Maka, pagi itu saya melajukan motor menuju pasar di dekat rumah. Dan saya juga baru tahu bahwa untuk seikat daun pisang yang berisi beberapa lembar daun hanya dihargai 2000 rupiah saja. Wah, senangnya saya kala itu. Kemudian saya kembali berburu bahan lainnya. Kali ini saya terfikir teri nasi. Suami yang sangat suka dengan teri nasi membuat saya yakin bahwa nasi bakar buatan saya nanti tentu akan disukai olehnya. Dengan bermodalkan 4500 rupiah saya dapatkan sekantung teri nasi. Tak lupa saya membeli tempe seharga 3000 dan tahu dengan nominal yang sama. Sebagai pelengkap, saya beli 1 buah timun. Namun karena saya hanya membeli 1 buah, maka oleh si ibu pedagang, timun itu diberinya tanpa perlu saya bayar. Bahkan saya memperoleh 2 buah. Alhamdulillah.
Setelah melihat-lihat bahan belanjaan saya, akhirnya saya pulang. Saya tak perlu membeli bumbu dapur karena di tiap awal bulan saya memang kerap menyetok bahan-bahan tersebut dengan alasan bahwa bumbu dapur akan selalu terpakai dan awet hingga berbulan-bulan.
Sesampainya di rumah saya mulai mengolah bahan belanjaan. Saya terfikir membuat tempe dan tahu bacem. 1 tempe berukuran persegi dengan panjang sekitar 10cm tersebut saya potong menjadi 2 bagian. Begitupun dengan tahu. Tempe dan tahu sisa paruhan itu saya simpan ke dalam wadah dan dimasukkan ke lemari es untuk diolah esok harinya. Dengan cara ini lumayan dapat menghemat pengeluaran. Begitu saya membuka persediaan bumbu dapur, aha! Ada sebutir bawang bombay besar disana. Saya pun menjadikan benda satu itu sebagai bahan masakan saya. Suami memang gemar sekali dengan bawang bombay. Hampir semua masakan saya tambahkan bawang bombay. Selain untuk membuat suami suka, benda ini juga mampu menambah cita rasa tersendiri.
Cara mengolah nasi bakar terlebih dahulu saya cuci bersih beras. Kemudian saya masukkan mesin penanak nasi dengan dibumbuhi bumbu-bumbu seperti garam dan sedikit gula, minyak sayur, teri nasi, irisan bawang bombay dan tentu saja air. Seperti memasak nasi biasa, tinggal 'jeklek', dan tunggu hingga matang. Sambil menunggu nasi matang, saya siapkan daun pisang yang akan dibakar. Kemudian saya mulai mengolah tahu dan tempe yang akan dibacem dan sudah dipotong menjadi beberapa bagian. Nasi matang, tempe dan tahu bacem pun siap. Saya mulai memasukkan nasi ke dalam daun yang sudah dibersihkan dan sedikit dibakar untuk melemaskan daun agar mudah dilipat. Lalu mulailah membakarnya pada kompor. Saat itu saya tidak memiliki alat bebakaran. Maka, saya gunakan teflon tanpa diberi minyak atau margarin. Setelah dirasa warna daun sudah matang diolah, baru saya bakar langsung pada tungku kompor sebentar hanya untuk mendapatkan warna bakaran daun. Semua siap. Tinggal iris timun, selesai. Saat itu satu hal saya lewatkan. Sambal! Buru-buru saya buat sambal sebagai pelengkap. Dengan memanfaatkan blender, membuat bumbu menjadi mudah tanpa harus menguleknya yang tentu saja membutuhkan waktu lebih lama.
Begitu waktu makan, melihat anak dan suami menikmatinya dengan lahap tentu membuat saya sangat bahagia. Suami pun nambah lagi dan lagi. Saya hitung-hitung, rasanya untuk membeli daun dan bahan lain di pasar hanya mengeluarkan dana 12500 rupiah saja. Beruntungnya karena timun dan bawang bombay tidak perlu dibeli serta bumbu lainnya karena memang masih ada persediaan di dapur. Namun kalaupun memang tidak ada dan harus membeli rasanya dengan uang 1 porsi itu bisa menghasilkan nasi bakar berporsi-porsi. Maka jadilah kami makan nasi bakar selama satu harian itu. Terbayang sudah jika harus membelinya di luar. Bisa jadi uang sebesar 75ribu rupaih pasti ludes hanya untuk 3 porsi nasi bakar. Dan itu tak cukup mengganjal perut kami selama satu hari penuh.
Saya tahu, cara memasak nasi bakar tersebut berbeda dari yang biasa kami beli. Dan saya pun tak tahu pasti bagaimana mereka membuatnya. Namun saya selalu berpedoman bahwa dalam memasak tak pernah ada kata salah. Kata tersebut hanya membuat kita takut untuk melakukan eksplorasi diri dalam menciptakan makanan. Walau terkadang dianggap 'nyeleneh' akibat berbeda dari kebiasaan, namun saya menganggap selama tidak menimbulkan keracunan makanan dan tidak membahayakan yang mengonsumsi, kenapa tidak bila berbeda? Sebenarnya bukan karena ingin berbeda, dan bukan pula karena pandai memasak, namun hanya untuk memanfaatkan bahan yang ada tanpa mengeluarkan biaya baru atas nama penghematan sehingga membuat saya harus memutar otak untuk berani berinovasi dan berkreasi menghasilkan sebuah menu dengan bahan seadanya. Sebab, sebagai seorang istri sekaligus ibu dan yang mengelola keuangan, rasanya cara itu memang perlu diterapkan agar keuangan kami tidak morat-marit.   
Nah, itu nasi bakarku. Bagaimana nasi bakarmu?    

Thursday, 28 February 2013

RESEP OSENG-OSENG ATI JAGUNG MUDA

Moms, mungkin diantara moms ada yang sangat kesulitan membagi waktu antara menyiapkan menu masakan dengan melakukan pekerjaan lain. Pernah suatu ketika, saya mengalami satu kondisi dimana saya dikejar-kejar deadline dengan segudang project tapi saya juga tetap harus memasak untuk suami. Ingin membeli menu jadi yang siap antar harus menunggu waktu yang tak sebentar. Ingin membelinya ke warteg atau rumah makan padang terdekat, wuih... rasanya untuk keluar rumah rugi waktu. Berapa lama waktu yang harus dikeluarkan untuk berjalan kaki menuju lokasi, waktu untuk mengantri, dan waktu untuk kembali pulang. 

Ah, rasanya daripada waktu saya habis untuk itu, lebih baik saya masak sendiri. Akhirnya, saya mencoba membuat resep mudah untuk dipraktekkan. Bagi anda yang hanya memiliki waktu sedikit sekali bergumul di dapur, ini dia nih resep simpel tetapi dijamin tetap enak dinikmati. 

OSENG-OSENG ATI JAGUNG MUDA

Bahan-bahan yang harus disiapkan adalah :


Ati Ampela yang dipotong kecil-kecil/dadu.


Tomat hijau yang dipotong kecil-kecil


Chop tipis-tipis jagung muda


Chop tipis-tipis wortel


1 bungkus Royco All in One

Cara memasaknya yaitu, panaskan minyak secukupnya. Kemudian oseng-oseng ati ampela dan wortel hingga layu. Setelah itu masukkan jagung muda dan bumbu Royco All in one, tunggu hingga layu. Kemudian yang terakhir adalah masukkan tomat hijau, oseng-oseng hingga matang semuanya. Menu siap disajikan. 

Sekedar untuk catatan, saya tidak menyarankan penyedap apapun masuk dalam masakan untuk dikonsumsi si kecil. Sebaiknya gunakanlah bahan-bahan alami. 


Nah, selamat mencoba... 

BESTIE

Dari sekian banyak teman yang saya miliki, mungkin hanya satu sosok manusia ini nih yang paling nge-klik. Sebab, cuma dia yang berani bicara...